2013/08/05

Rose Garden

Graha Indramas, 3rd Floor
Jl. Aipda K.S. Tubun No.77, Slipi, Jakarta Barat
021-53673245

Sebenarnya sudah cukup lama saya mengunjungi restoran ini, tepatnya sekitar bulan April yang lalu. Dikarenakan sibuk dan belum ada niatan untuk meng-update blog, akhirnya baru sekarang saya mempunyai waktu (dan niat) untuk menulis review tentang restoran ini.

Berawal dari ajakan seorang teman (yang merupakan seorang foodie juga) untuk mengadakan gathering kecil-kecilan di Rose Garden, dan saya memutuskan untuk mengikuti gathering tersebut karena; selain lokasinya yang dekat dengan kosan saya, ada all you can eat-nya juga dengan harga yang cukup terjangkau untuk mahasiswi miskin seperti saya.

Terletak di gedung Graha Indramas di Slipi, dekat dengan gedung Jakarta Design Center, dan tidak begitu jauh dari lampu merah perempatan Slipi. Karena saya dari arah Palmerah, saya hanya tinggal menaiki angkot M11 dan turun tepat di depan gedung Graha Indramas tersebut. Rose Garden-nya sendiri terletak di lantai 3. Begitu pintu lift terbuka, langsung terlihat pintu masuknya Rose Garden.

Walaupun sudah bulan April, interior Rose Garden masih dihiasi dengan dekorasi natal. Interior Rose Garden tidak jauh berbeda dengan interior chinese restaurants pada umumnya; dominasi warna merah, tulisan-tulisan Mandarin, round dining table, dan sebagainya.


Huge Christmas tree!



Saat itu saya datang jam 8 pagi, iya, jam 8 pagi, saat Rose Garden baru saja buka, jadi hanya ada satu-dua orang saja. Namun begitu hari makin siang, makin banyak orang-orang yang datang untuk makan di situ. Dan begitu saya sadar kalau hari semakin siang, meja-meja di Rose Garden sudah penuh ditempati orang-orang yang kelaparan. Untung saja saya datangnya pagi, kalau saya datangnya siang ada kemungkinan tidak mendapatkan meja. Jika mau makan di sini ada baiknya reservasi sehari sebelumnya.

Peralatan tempur

Di setiap meja sudah disediakan piring, tempat dipping sauce, sumpit, sendok, dan cangkir. Siap bertempur!

FOOD & PRICE


Karena saat itu saya hanya fokus kepada all you can eat-nya, saya tidak terlalu memperhatikan berapa harga-harga makanan selain all you can eat. Saya sempat mengintip buku menu-nya sih, dan harga-harganya cukup mahal.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas; untuk empat orang atau lebih dengan usia di atas 10 tahun akan dikenakan biaya kurang lebih 73.800*, kurang dari empat orang akan dikenakan biaya kurang lebih 83.800*. Makin banyak orang, lebih murah harganya. Namun baru-baru ini teman saya bilang kalau harga all you can eat di Rose Garden naik menjadi 92.000, belum termasuk minum dan pajak.

Untuk all you can eat akan diberikan buku menu khusus yang berisi makanan-makanan yang bisa dipesan berkali-kali sampai puas. Makanan yang disediakan cukup banyak, ada lebih dari 40 jenis makanan. Mulai dari goreng, panggang, nasi, mie, dan lain sebagainya.

*Harga belum termasuk pajak 10%.

FOOD REVIEW

Chinese Tea (Refill) (6.900)

Untuk minumnya cukup Chinese tea. Selain refill, meminum teh panas juga tidak membuat perut terlalu penuh dan cepat kenyang, sehingga bisa menampung makanan lebih banyak.

Lumpia Kulit Tahu Goreng Isi Udang

Sesuai dengan namanya, kulit lumpia ini terbuat dari tahu dengan isian udang. Digoreng dengan sangat baik karena warnanya yang keemasan, agak tipis namun sangat renyah, dan samasekali tidak berminyak. Recommended.

Bakpao Chasiu

Bakpao dengan isi barbequed chasiu. Dari luar, saya bisa melihat chasiu-nya menyembul keluar, seakan-akan ingin memperlihatkan kenikmatan isi dari bakpao tersebut.

Chasiu-nya ngintip


Sayang sekali rasanya biasa-biasa saja. Kulit bakpao-nya agak terlalu tebal namun isiannya tidak begitu banyak sehingga tidak begitu terasa chasiu-nya. Untung saja ukurannya tidak terlalu besar sehingga cepat dihabiskan.

Hakau Spesial

Bisa dikatakan ini juaranya, hakau. Kulitnya hampir crystal clear, cukup jernih hingga terlihat isiannya yang berupa udang-udang yang cukup gemuk.


Kulitnya pun kenyal, samasekali tidak lembek dan juga tidak lengket. Isiannya pun royal dengan udang. Begitu dimakan langsung terasa tekstur udangnya yang kenyal, fresh, dan samasekali tidak amis. Recommended.

Kaki Ayam

Karena saya tidak suka dengan ceker ayam, maka saya tidak mencoba hidangan yang satu ini. Namun menurut teman saya, cekernya sangat lembut dan mudah lepas tulang-tulangnya. Bumbunya pun pas. Intinya sih katanya enak.

Pangsit Udang Goreng Mayonnaise

Hidangan yang satu ini juga merupakan juara. Pangsit yang berwarna keemasan itu sangat renyah dan isiannya pun royal dengan udang, dan yang paling penting; samasekali tidak berminyak. Disajikan bersama saus mayonnaise-nya yang manis. Cocok sekali menjadi dipping sauce untuk pangsit udangnya yang gurih. Recommended.

Kue Chasiu Panggang

Bentuknya mirip dengan pastel dengan isian barbequed chasiu, ukurannya tidak terlalu kecil, dan juga berantakan. 


Kulitnya terlalu tebal dan sangat terasa tepungnya, isiannya pun tidak terlalu banyak dengan dagingnya. Agak mengecewakan.

Siomay Ayam dan Kucai

Ukuran siomay-nya tidak kecil dan padat dengan daging ayam. Teksturnya kenyal dan tidak lengket. Cukup enak.

Siomay

Kalau yang ini siomay daging babi. Secara keseluruhan sama saja dengan siomay ayam dan kucai, yang membedakan hanya daging yang digunakan, dan tanpa kucai.

Kuo Tie

Saya sangat suka dengan kuo tie, choi pan, chai kue, gyoza, apapun itu namanya. Namun kuo tie di sini agak mengecewakan.


Kulitnya terlalu tebal, walaupun isiannya cukup banyak, rasanya agak hambar. Bumbunya kurang berani.

Cumi Goreng Tebu Khas Vietnam

Bentuknya menyerupai kaki naga, namun berbeda. Yang ini dagingnya merupakan daging cumi-cumi yang sudah dicincang dan dihaluskan lalu dicampur dengan bumbu-bumbu lainnya.


Kulit luarnya garing dan berwarna keemasan, di dalamnya putih bersih, kenyal, dan juga juicy.

Mantao Goreng

Kue mantao yang disajikan dengan susu kental manis sebagai dipping sauce. Bagian luar mantao terlihat berkilau karena sugar glaze, renyah di luar dan lembut di dalam, mantao ini juga kenyal dan ringan. Bagi saya rasanya sudah cukup manis tanpa perlu dicocol ke dalam dipping sauce-nya.

Pangsit Cumi Goreng

Pangsit cumi goreng ini berbentuk bulat dengan bagian tengahnya agak menggembung. Rasa dan teksturnya hampir sama dengan pangsit udang goreng mayonnaise; renyah, tidak berminyak, dan isiannya cukup banyak.

Mini Egg Tart

Pinggiran egg tart ini cukup rapuh, terlalu tebal, dan mudah hancur. Rasanya juga tidak terlalu spesial, tidak manis dan agak hambar.

Kue Tausa Goreng

Tausa atau dòu shā adalah sweet bean paste, dan kue tausa goreng ini dibuat dengan menggunakan bahan tersebut, dan kemudian digoreng hingga renyah di bagian luarnya. Rasanya agak manis dan tidak mendominasi sehingga masih sangat terasa rasa kacangnya.

Kwe Tiaw Goreng Sapi

Kwetiau yang dimasak dengan daging sapi dan kecambah. Kwetiaw-nya tidak terlalu lembek, daging sapi yang diberikan sangat, sangat banyak dan potongannya besar-besar dan cukup tebal. 


Sayangnya hidangan ini terlalu berminyak. Sangat banyak minyak, sampai-sampai minyaknya menggenang di dasar piring.

Foto-foto berikut ini saya sudah lupa namanya dan saya juga tidak mencicipinya karena saat itu kondisi saya sudah sangat, sangat, sangat, sangat kenyang.





Selain makanan-makanan di atas, Rose Garden juga menyediakan buffet yang terdiri dari berbagai macam sup, kue-kue, buah-buahan, dan lain sebagainya.









Saya kira rasanya manis dan creamy dengan teksturnya yang kental seperti susu, ternyata rasanya agak hambar dan teksturnya cair.



Kalau yang ini walaupun tidak terlalu manis rasanya cukup asam dan menyegarkan.

Secara keseluruhan saya benar-benar puas makan di Rose Garden ini. Pelayanannya ramah dan cepat tanggap dalam hal mencatat pesanan dan refill minuman, makanannya juga enak-enak dan cepat datangnya, tempatnya pun nyaman dan cocok untuk dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga. Untuk harga all you can eat di bawah 100.000, saya rasa worthed untuk dikeluarkan. 8.5/10.